Basuki Ingin Jakarta Jadi Kota Ramah Lansia

 

Basuki Ingin Jakarta Jadi Kota Ramah Lansia

Penulis : Unoviana Kartika | Minggu, 22 September 2013 | 20:12 WIB

KOMPAS/Ferganata Indra Riatmoko

Warga lanjut usia mendatangi Kantor Pos Besar, Yogyakarta, untuk mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 300.000, Sabtu (22/6/2013). Dana BLSM di wilayah Kota Yogyakarta disalurkan kepada 16.031 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, Kota Jakarta belum memiliki perhatian khusus kepada orang-orang berusia lanjut (lansia). Untuk itu, dia menginginkan Jakarta dapat menjadi kota yang ramah lansia.

“Lihat saja itu fasilitas (bus) transjakarta. Jalannya jauh, haltenya tinggi, jarak antara halte dengan bus jauh. Tidak cocok untuk lansia,” katanya pada sambutannya di Konser Galang Dana Alzheimer, Sabtu (21/9/2013) kemarin, di Jakarta.

Menurut Basuki, Jakarta perlu mengatasi masalah kurangnya perhatian pada lansia. Pasalnya, kota di negara-negara lain sudah memiliki fasilitas yang baik untuk lansia.

Basuki mengatakan, seharusnya fasilitas-fasilitas umum didesain untuk lebih ramah terhadap lansia, misalnya, transjakarta yang dilengkapi dengan lower deck untuk memudahkan lansia naik fasilitas transportasi andalan warga Jakarta tersebut.

“Sedang diusahakan bus tingkat yang di atas untuk orang-orang muda, dan di bawah untuk lansia,” katanya.

Diketahui, jumlah lansia makin meningkat seiring bertambahnya harapan hidup seseorang. Diperkirakan, pada tahun-tahun mendatang, jumlah lansia melebihi jumlah balita.

Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia DY Suharya mengatakan, dari empat juta penduduk Jakarta, ada sekitar 600.000 lansia.

“Tapi, data itu pun belum sama antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ini membuktikan belum terlihat keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian khusus pada lansia,” tuturnya.

Padahal, menurut DY, lansia membutuhkan perhatian khusus guna mencegah penurunan kualitas hidup mereka serta tidak ikut menurunkan kualitas hidup orang-orang di lingkungannya.

This entry was posted in Aging Issues. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s